Alasan e-sport masuk kurikulum

Alasan E-sport Masuk Kurikulum Sekolah, Wajib Tahu Alasannya

E-sport sudah menjadi tren dilingkungan masyarakat terlebih bagi anak-anak dan pemuda, bahkan perkembangan teknologi membawa alasan e-sport masuk kurikulum di sekolah. setujukah kamu apabila e-sport masuk ke dalam kurikulum?

Sekarang kompetisi bermain game tidak dilakukan oleh sekelompok komunitas saja, bahkan sudah menjadi turnamen nasional hingga internasional. Pemain gamer juga dikenal sebagai atlet seperti cabang olahraga lainnya.

Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sangat serius mendorong e-sport masuk ke dalam kurikulum sekolah. Tetapi masih banyak pertimbangan yang dilakukan oleh berbagai pihak, untuk memutuskan kebijakan ini.

Baca Juga : Reza Rahadian Tidak Mempunyai Sosmed, Inilah Alasannya

Alasan e-sport Masuk Kurikulum Sekolah

Alasan e-sport masuk kurikulum

Banyak pertimbangan yang masih dipikirkan oleh berbagai pihak untuk memasukan e-sport pada kurikulum sekolah, banyak yang mendukung kebijakan tersebut namun ada juga yang menolaknya, alasan e-sport masuk dalam kurikulum yaitu;

1. Pengaplikasian yang mudah

Alasan pertama yang mendukung e-spor masuk sekolah yaitu, mengenai pengaplikasian e-sport lebih mudah dibandingkan dengan pendidikan biasanya yang membuat para siswa kebingungan mengenai materi yang dipelajari.

Hadirnya e-sport diterima hampir semua siswa pasalnya, siswa laki-laki menurut presentasi 97% bermain game, dan siswa perempuan 83% yang bermain game. Hampir sempurna angka yang didapatkan.

Hal ini mendorong alasan e-sport masuk kurikulum, harapannya apabila e-sport masuk sekolah pembelajarannya sangat mudah diterima oleh siswa, dan mendukung pro player lebih banyak lagi di Indonesia.

2. Belajar Valuasi yang Baik

Esport pada dasarnya tidak mengejarkan sekedar bermain game saja, tetapi juga mengajarkan berbagai hal yang berdampak positif yang dapat diambil dari e-sport yang dimainkan.

Mungkin banyak diantara yang berpikir, e-sport akan mengganggu proses pembelajaran dis sekolah. Alasannya adalah ketakutan orang tua anak-anak akan tidak fokus belajar dan sibuk bermain game.

Hal positif yang sebenarnya dapat diambil misalnya melatih siswa untuk memanagement waktu. Disiplin dan sikap bekerja sama dengan teman. Sehingga harapan kedepan mempunyai soft skil yang baik untuk kehidupan dimasa akan datang.

3. Menunjang studi lanjutan

Alasan e-sport masuk kurikulum sekolah lainnya adalah, memberikan kesempatan pada anak-anak yang mempunyai skil yang baik dalam bermain game. Sekarang ini banyak universitas yang telah membuka prodi berkaitan dengan industri 4.0.

Sehingga anak-anak bisa meneruskan pendidikan sesuai minat dan bakat yang dimiliki, tidak heran jika banyak program studi computer, programmer game, desain grafis lebih banyak diminati.

Sehingga apabila kurikulum memasukkan e-sport pada kurikulum akan membantu siswa untuk menunjang studi lanjutan yang mereka minati, itu sebagai poin penting alasan e-sport masuk kurikulum sekolah.

Apabila pendidikan sejak awal memberikan fasilitas kurikulum e-sport lebih awal. Hal itu lebih memudahkan siswa untuk melanjutkan program studi lanjutan yang mereka impikan.

Mengingat prodi desain grafis, programmer game, computer harus mempunyai skil mumpuni untuk masuk didalamnya. Jika tidak dipelajari sejak dini, kemampuan belajar siswa juga akan lebih lambat.

Jika kamu menyimak perusahaan teknologi misalnya saja indiHome yang telah membuka akademi LEAD bagi mereka yang memang layak untuk bergabung didalamnya. IndiHome akan mencari bibit unggul untuk bekerja diperusahaannya.

Mengingat industri e-sport tidak hanya sekedar bermain game saja melainkan membutuhkan manager, pelatih, pemasaran serta talent. Banyak manfaat sebenarnya, namun kembali lagi kepada kebijakan kemendikbud.

Alasan e-sport masuk dalam kurikulum membawa hal positif. Pertimbangan sedang dilakukan oleh pemerintah guna memberikan pelayanan terbaik terhadap pendidikan negara Indonesia. Alasannya agar terciptanya tujuan pendidikan tercapai.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.